Rupiah Menguat di Tengah Pelemahan Dolar AS

Sumber Gambar: Bloomberg Technoz
Penguatan Rupiah Didorong Kondisi Global
Webnity.id, Jawa Tengah - Rupiah berakhir di zona hijau pada perdagangan pekan lalu, didorong oleh pelemahan Indeks Dolar AS terhadap mata uang utama dunia. Indeks dolar AS melemah 0,13% ke level 100,72, yang kemudian memicu penguatan hampir seluruh mata uang di kawasan Asia.
Penguatan Mayoritas Mata Uang Asia
Won Korea Selatan mencatat penguatan paling tajam bersama baht Thailand, diikuti oleh ringgit Malaysia, rupiah, peso Filipina, dolar Singapura, yen Jepang, dan rupee India. Sementara itu, yuan offshore dan yuan China mengalami penguatan terbatas.
Di sisi lain, tidak semua mata uang Asia menguat. Dolar Taiwan dan dolar Hong Kong justru melemah secara terbatas masing-masing sebesar 0,07% dan 0,01%.
Faktor Eksternal Jadi Katalis
Penguatan rupiah tidak serta merta mencerminkan perbaikan pada fundamental ekonomi domestik. Menurut analisis pasar, kenaikan nilai tukar rupiah lebih banyak dipengaruhi oleh pelemahan dolar AS secara global. Hal ini terjadi karena pelaku pasar mulai meningkatkan ekspektasi terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve dalam beberapa bulan mendatang.
Ekspektasi terhadap kebijakan moneter the Fed menjadi katalis utama pergerakan mata uang emerging market, termasuk rupiah, dalam pekan ini. Ketika pasar memperkirakan the Fed akan memangkas suku bunga, dolar AS cenderung melemah karena imbal hasil aset berdenominasi dolar diproyeksikan turun, sehingga mendorong aliran modal ke pasar berkembang.
Jasa Pembuatan Website Muncul di Google
Ubah website biasa menjadi mesin penghasil leads yang muncul di halaman pertama pencarian Google. Dilengkapi dengan optimasi SEO kelas dunia, desain responsif multi-device, dan dukungan penuh 24/7.




