Harga Minyak Dunia Terkoreksi Tajam

Sumber Gambar: Bloomberg Technoz
Pasokan OPEC+ dan Stabilitas Hormuz Tekan Harga Minyak
Webnity.id, Jawa Tengah - Harga minyak mentah dunia kembali terkoreksi seiring dengan lancarnya arus logistik energi di Selat Hormuz. Sinyal peningkatan pasokan dari aliansi OPEC+ juga memperkuat kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi kelebihan suplai (glut).
Minyak mentah jenis Brent turun ke bawah level US$72 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) tertahan di kisaran US$68 per barel. Kondisi ini dipengaruhi oleh normalisasi aktivitas di jalur pelayaran yang sangat strategis, yaitu Selat Hormuz, yang kembali lancar setelah sebelumnya sempat terganggu.
Pemulihan Aktivitas di Selat Hormuz
Pemulihan arus kapal tanker terjadi pada hari Minggu lalu, setelah beberapa kapal sempat melakukan putar balik dan mengalihkan rute tanpa alasan yang jelas di koridor perairan strategis tersebut. Jalur Selat Hormuz yang dilindungi oleh pasukan AS kini mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan operasional, mendukung kelancaran ekspor minyak dan gas bumi.
Kesepakatan damai sementara antara Washington dan Teheran turut mendorong pulihnya lalu lintas kapal tanker secara cepat, meskipun belum sepenuhnya kembali ke kapasitas maksimal. Perkembangan ini memberi sinyal positif bagi stabilitas pasokan energi global.
Keputusan Produksi OPEC+ yang Strategis
Di sisi pasokan, negara-negara anggota OPEC+ menyepakati dukungan terhadap kenaikan moderat kuota produksi kolektif untuk bulan depan. Tujuh negara yang dipimpin oleh Arab Saudi dan Rusia setuju menambah pasokan minyak sebesar 188.000 barel per hari.
Tambahan produksi ini merupakan bagian dari upaya pelonggaran bertahap terhadap pembatasan produksi yang telah diberlakukan selama beberapa tahun terakhir. Meskipun saat ini tambahan produksi tersebut masih berupa keputusan atas kertas, langkah ini mencerminkan ambisi OPEC+ untuk secara bertahap meningkatkan output seiring dengan membaiknya situasi geopolitik di kawasan.
Proyeksi Harga Jangka Panjang oleh Wall Street
Berkaca pada dinamika global saat ini, bank-bank investasi di Wall Street memproyeksikan harga minyak berpotensi merosot lebih dalam pada paruh kedua tahun ini.
Salah satu institusi besar tersebut adalah Citigroup Inc., yang menyatakan bahwa harga minyak mentah berpotensi kembali menyentuh level US$60 per barel pada akhir tahun. Sebelumnya, harga minyak Brent telah terjun hingga 30% pada kuartal kedua tahun ini, sebagian besar dipicu oleh tumbuhnya optimisme atas kelancaran rute ekspor energi dan membaiknya hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran.
Jasa Pembuatan Website Muncul di Google
Ubah website biasa menjadi mesin penghasil leads yang muncul di halaman pertama pencarian Google. Dilengkapi dengan optimasi SEO kelas dunia, desain responsif multi-device, dan dukungan penuh 24/7.




