Iran Tegaskan Ambisi Kendalikan Selat Hormuz

Sumber Gambar: Bloomberg Technoz
Tensi Regional Meningkat Menjelang Negosiasi dengan AS
Webnity Id, Jawa Tengah - Tensi geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah pejabat tinggi Iran menegaskan kembali ambisi negaranya untuk mengendalikan penuh lalu lintas maritim di Selat Hormuz. Pernyataan ini muncul menjelang pembicaraan potensial dengan Amerika Serikat (AS) yang bertujuan mengakhiri konflik antara kedua negara secara permanen.
Sebagai jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Oman, Selat Hormuz menjadi salah satu titik paling krusial bagi perdagangan energi global. Sekitar sepertiga minyak dunia yang diperdagangkan melalui laut melewati selat selebar 33 kilometer ini.
Peran Oman dalam Rencana Pengawasan Bersama
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, dalam pernyataannya kepada televisi pemerintah Iran, mengungkapkan bahwa Teheran ingin mencapai kesepakatan dengan Oman untuk bersama-sama mengawasi kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz. Oman, yang menguasai sisi selatan selat, memiliki posisi geografis kunci dalam pengelolaan rute maritim ini.
"Kami ingin mencapai kesepakatan dengan Oman, yang mengendalikan sisi lain jalur air vital tersebut, untuk mengawasi kapal-kapal yang melewati Hormuz," ujar Gharibabadi.
Namun demikian, Iran tidak akan menunggu respons positif dari Oman selamanya. Jika negara tersebut "tidak tertarik", Iran akan melanjutkan rencana sepihak untuk mengontrol lalu lintas maritim di wilayah tersebut.
Ancaman Intervensi Pihak Lain
Gharibabadi secara eksplisit memperingatkan agar tidak ada pihak luar yang turut campur dalam pengaturan Selat Hormuz. "Kami telah memperingatkan Oman bahwa negara lain tidak berhak untuk ikut campur dalam masalah ini," tegasnya.
Iran juga menyatakan niat untuk menetapkan rute transit sementara di selat tersebut sebagai bagian dari langkah-langkah pengendalian lalu lintas maritim. Langkah ini dikhawatirkan dapat memicu ketegangan lebih lanjut dengan negara-negara pengguna utama selat, termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan AS.
Selat Hormuz telah menjadi titik panas geopolitik selama puluhan tahun, terutama karena posisinya yang vital bagi ekspor minyak dari produsen utama seperti Arab Saudi dan Irak. Upaya Iran untuk memperkuat dominasi maritimnya dinilai sebagai respons terhadap tekanan Barat dan sanksi ekonomi yang berkepanjangan.
Keberlanjutan rute perdagangan global akan terus bergantung pada stabilitas keamanan di kawasan ini, terutama menjelang kemungkinan negosiasi baru antara Iran dan AS yang bisa menentukan arah hubungan strategis di kawasan.
Jasa Pembuatan Website Muncul di Google
Ubah website biasa menjadi mesin penghasil leads yang muncul di halaman pertama pencarian Google. Dilengkapi dengan optimasi SEO kelas dunia, desain responsif multi-device, dan dukungan penuh 24/7.




