IDI Tegas Lawan Bullying terhadap PPDS

Sumber Gambar: Bloomberg Technoz
Dukungan IDI Terhadap Lingkungan Pendidikan Sehat
Webnity.id, Jawa Tengah - Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr. Slamet Budiarto, menegaskan bahwa organisasi profesi dokter tersebut tidak mentoleransi segala bentuk perundungan dalam lingkungan pendidikan maupun pelayanan kesehatan.
Dalam pernyataannya, dr. Slamet menekankan pentingnya budaya kerja yang sehat dan mendukung bagi seluruh tenaga kesehatan, khususnya peserta Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang tengah menjalani masa pendidikan klinis.
Tanggung Jawab Direktur RS Harus Ditegakkan
Menurut Slamet, direktur utama rumah sakit memiliki tanggung jawab penuh untuk memastikan tidak terjadi praktik perundungan di lingkungan rumah sakit. Hal ini mencakup perlindungan terhadap peserta PPDS yang sering berada di garis depan pelayanan namun rentan mengalami tekanan fisik dan psikologis.
"Direktur rumah sakit harus jadi garda terdepan dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan profesional," tegasnya, menunjuk pada pentingnya kepemimpinan rumah sakit dalam menjaga etika dan kesejahteraan peserta didik.
IDI Mendorong Pembatasan Jam Kerja PPDS
Sebagai langkah perbaikan sistemik, IDI mendorong pembatasan jam kerja dokter PPDS. Langkah ini dimaksudkan untuk mencegah beban kerja yang berlebihan, yang dapat berdampak serius terhadap kondisi fisik dan kesehatan mental para peserta pendidikan.
"Kami ingin memastikan bahwa masa pendidikan tidak menjadi sumber trauma, tapi ruang yang mendukung pertumbuhan profesional dan kesejahteraan mental," tambah Slamet. Usulan pembatasan jam kerja tersebut menjadi bagian dari upaya IDI mewujudkan sistem pendidikan dokter spesialis yang lebih manusiawi dan berkelanjutan.
Jasa Pembuatan Website Muncul di Google
Ubah website biasa menjadi mesin penghasil leads yang muncul di halaman pertama pencarian Google. Dilengkapi dengan optimasi SEO kelas dunia, desain responsif multi-device, dan dukungan penuh 24/7.




