Alibaba Bakal Bayar Rp11 T untuk Kasus Narkoba di AS

Sumber Gambar: Bloomberg Technoz
Penyelesaian Denda dengan Pemerintah AS
Webnity Id, Jawa Tengah - Raksasa teknologi Tiongkok, Alibaba Group Holding Ltd, bersama dengan penyedia layanan pembayaran digitalnya di Amerika Serikat, telah menyetujui pembayaran sebesar $600 juta. Pembayaran ini dimaksudkan untuk menyelesaikan penyelidikan federal terkait dugaan keterlibatan platform mereka dalam memfasilitasi penjualan dan impor obat-obatan ilegal serta zat-zat terlarang ke AS.
Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) mengungkapkan bahwa Alibaba diduga gagal mencegah penyalahgunaan layanannya untuk transaksi ilegal yang melanggar Undang-Undang Makanan, Obat-obatan, dan Kosmetik Federal (Federal Food, Drug and Cosmetic Act/FDCA) antara tahun 2016 hingga 2024.
Perjanjian Non-Penuntutan Ditandatangani
Pada Rabu, Alibaba menandatangani perjanjian non-penuntutan (non-prosecution agreement/NPA) yang dirilis oleh DOJ. Penyelidikan ini dipimpin oleh Departemen Kehakiman AS dan Kantor Jaksa Agung AS di Rhode Island. Dalam perjanjian tersebut, Alibaba tidak dijerat dakwaan pidana, tetapi tetap berkewajiban membayar denda dan memperbaiki sistem pengawasan di platformnya.
Charles C. Calenda, Asisten Jaksa Agung Pertama AS di Rhode Island, menyatakan bahwa pemerintah AS berkomitmen untuk "menuntut pertanggungjawaban perusahaan ketika platform mereka digunakan untuk memfasilitasi penjualan ilegal obat-obatan, peralatan farmasi terkait, dan produk terlarang lainnya di Amerika Serikat."
Konteks Sensitif di AS
Kesepakatan ini muncul di tengah tekanan yang sedang meningkat terhadap Alibaba di Amerika Serikat. Baru bulan lalu, Anthropic PBC, perusahaan pengembang kecerdasan buatan (AI), menuduh Alibaba melakukan upaya besar-besaran untuk secara ilegal mengakses model AI miliknya, Claude, melalui akun palsu. Tujuannya diduga untuk mengembangkan chatbot pesaing.
Tuduhan tersebut disampaikan melalui surat yang dikirimkan oleh Anthropic kepada anggota parlemen AS dan pejabat Gedung Putih. Meskipun kasus ini terpisah dari penyelidikan narkoba, kombinasi kedua isu tersebut berpotensi memengaruhi persepsi regulator dan publik terhadap reputasi Alibaba di pasar AS.
Jasa Pembuatan Website Muncul di Google
Ubah website biasa menjadi mesin penghasil leads yang muncul di halaman pertama pencarian Google. Dilengkapi dengan optimasi SEO kelas dunia, desain responsif multi-device, dan dukungan penuh 24/7.




